Sejarah Desa

Dolok Sagala 30 April 2014 17:20:39 WIB

          Desa Dolok Sagala Kecamatan Dolok Masihul memiliki Luas wilayah 2.699 Ha,dengan batas-batas sebelah Utara : Desa Kerapuh, Sebelah Selatan : Sungai Sei Sibarau, Sebelah Barat: Desa Pertambatan dan sebelah Timur: Desa Bukit Cermin Hilir. Jarak dari pusat Pemerintahan Kecamatan 10 Km, sedang jarak dari Ibukota Kabupaten 32 Km. Dolok dalam bahasa Simalungun adalah Gunung dan Sagala artinya Sempurna dan Dolok Sagala artinya Gunung yang Sempurna.

          Dahulu penduduk asli Desa Dolok Sagala merupakan etnis Simalungun yang merupakan raja-raja kecil sebelum kemerdekaan dan wilayah Dolok Sagala merupakan perkebunan tembakau yang dikuasai oleh Hindia- Belanda. Tepatnya pada Tahun 1928 perkebunan tersebut dinamakan Bah Sumbu, karena Bah Sumbuh merupakan perkebunan besar maka penduduk asli Simalungun mendirikan suatu perkampungan yang diberi nama Dolok Sagala, yang saat itu Dolok sagala di bawah kepemimpinan raja-raja kecil berada di Dusun V saat sekarang ini. Pada tahun 1940-an kebun tembakau yang dikelola Hindia- Belanda tutup setelah beberapa tahun tutup ex perkebunan tembakau tersebut tidak bertuan.

         Setelah kemerdekaan lahan tersebut dikuasai masyarakat dan tepatnya pada tahun 1948 terbentuk Desa Dolok Sagala yang dipimpin oleh Harjo Sumarto. Akibat situasi yang sangat darurat pada tahun 1960, pemerintah mengganti Kepala Desa yang bernama Sirhan. Setelah beberapa tahun memimpin dan keadaan sudah mulai membaik Sirhan ditarik kembali oleh pemerintah dan Harjo Sumarto kembali menjadi penghulu. Tepatnya pada tahun 1968 perkebunan PT. Socfindo ingin memperluas areal perkebunannya dengan memanfaatkan Kepala Desa dan situasi yang mencekam yang merupakan gerakan PKI, yaitu dengan mengintimidasi masyarakat agar menandatangani blangko kosong. Setelah blangko kosong tersebut ditandatangani, selang beberapa hari tanah masyarakat di Bouldoser oleh pihak PT. Socfindo, dan bagi yang tidak menandatangani dianggap orang PKI dan bahkan ada yang dipenjarakan.

         Setelah kejadian tersebut pemerintah Desa Dolok Sagala menjadi Desa Dolok Sagala Sarang Puah tepatnya Di Dusun III dan tidak beberapa lama Pemerintah Po. Pindah ke Dusun II yang dulunya disebut Kampong Cet. Tahun 1971 Kepala Desa Dolok Sagala Harjo Sumarto memiliki tunggakan IPEDA yang saat ini disebut PBB, maka beliau menjual tanah tapak rumahnya untuk mengganti uang tersebut dan mulai saat itu rumahnya menjadi Kantor Desa Dolok Sagala sampai saat ini. Desa Dolok Sagala kemudian disempurnakan namanya Desa Dolok Sagala. untuk menyatukan daerah yang beragam suku dan daerah yang sangat luas, Desa dibagi menjadi 5 ( lima ) Dusun. Sesuai Undang- undang Nomor 5 Tahun 1979 istilah Kepala Kampong dirubah menjadi Kepala Desa dan Desa ini namanya Desa Dolok Sagala.

 

Sepanjang Sejarah, Desa ini pernah dipimpin oleh :

1Harjo Sumarto           ( 1948 - 1960 )

2. Sirhan                         ( 1960 - 1963 )

3. Harjo Sumarto          ( 1963 -  1971 )

4. Kabanjahe Purba      ( 1971 - 1993 )

5. Sarwagiran Saragih  ( 1993 - 2003 )

6. Sudayat                      ( 2003 - 2014 )

7. Mohammad Jamil     ( 2014 - 2016 )

8. Effendi                        ( 2016 - Sekarang )

     
     

Komentar atas Sejarah Desa

WIRYA KURNIAWAN 18 April 2018 09:07:03 WIB
wonderfull!!!1

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Dolok Sagala

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung